Selasa, 22 Maret 2016

Kring Nasehat

Curang Demi Prestasi

  • Jurus pamungkas Menuju Juara

                Sudah barang tentu tidak ada yang ingin mendulang hasil buruk saat ujian berlangsung. Idealnya memang harus mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan belajar dan berdoa agar hasil ujian tak mengecewakan. Namun bagaimana bila sudah terlanjur bersantai sehingga waktu ujian sudah mepet ? mereka yang sadar kesalahan tentu akan menggunakan sisa-sisa waktu yang ada untuk mengejar ketertinggalan. Dengan begitu, hasil ujian yang diraih pun tidak akan jelek-jelek amat. Akan tetapi bila ternyata mereka tak sadar juga, ujung-ujungnya pasti sudah bisa ditebak yaitu mereka akan bertindak curang untuk menutupi kelemahannya.
                Kecurangan biasa yang terjadi dalam mengerjakan soal bisa berwujud menyontek atau mencari bocoran soal dan jawaban. Memang tidak masuk dalam kategori kejahatan kriminal yang bisa menyeret pelakunya dalam penjara, namun bisa tidak menyeret pelakunya dalam neraka ? tentu sangat bisa, karena kedzoliman sekecil biji sawi pun akan dimintai pertanggungjawaban kelak. Untuk itu kita  sebagai muslim harus senantiasa menjaga diri dari hala-hal seperti itu, apa iya, umat terbaik didunia suka mencontek saat ujian ? Duh memalikan sekali……

  • Aneh-aneh untuk Juara

                Yang lebih memilukan, seringkali demi titel juara banyak saudara kita yang terjerumus dalam tindak kesyirikan. Ada yang tak segan-segan pergi ke dukun untuk mengetahui kunci jawaban yang akan keluar pada saat ujian.  Mbah dukun yang tak tahu-menahu pun akhirnya pasang tampang tahu biar nggak kelihatan nggak tahu. Toh kalo mbah dukun bohong pun sikorban nggak bakalan tahu. Dan pasti banyak bohongnya deh. Nah kalo begini berarti sudah jatuh ketiban beton lagi. Loh kok beton ? iya, sudah merugi karena ditipu di dunia plus rugi secara materi masih ditambah nanggung dosa  kesyirikan karena percaya pada dukun. Apa nggak benar-benar merugi tuh ?????
                Kelakuan aneh demi titel juara juga seringkali membuat pelakunya menjadi tak rasional. Ada yang membakar buku pelajaran lalu abunya dicampur  air lalu diminum.  Tujuannya agar materi yang tercatat dalam buku pelajaran tersebut bisa encer dala otak sehingga tak perlu belajar karena materi
sudah ada dalam pikiran. Kita yang punya akal sehat tentu akan mengenyitkan dahi , “apa bisa seperti itu ?” ya, namanya orang sudah kepepet. Hal tak rasinal pun dilakukan untuk meluluskan misi. Namun pada kenyataannya, abu yang dicampur air tak larut dalam air. Justru perut mules gara-gara minum air campur abu. Ini benar loh, pernah terjadi di daerah lereng gunung merapi.
                Akal untuk menjadi juara juga seringkali dilakukan dengan cara-cara yang melanggar hukum. Contohnya adalah dengan membeli bocoran kunci jawaban. Memang resiku perbuatan yang satu ini bisa sabgat berat karena sangat mungkin menyeret pelakunya ke penjara. Namun karena uang sudah berbicara, seringkali mereka yang membocorkan dan menerima bocoran tetap saja aman. Tidak adil memang, tapi inilah yang seringterjadi beberapa waktu menjelang ujian sekolah. Memang tidak bisa asal tuduh, namun fenomena ini sudah rahasia banyak orang.
Joki Bermuka Dua
                Kecurangan yang sering kita temui dalam setiap uian adalah kehadiran joki yang menjadi pengganti peserta utama. Maksudnya yang mengerjakan soal bukanlah peserta yang namanya tercantum dalam daftar ujian melainkan orang yang mengaku bernama seperti itu. Biasanya orang yang menjadi joki, adalah orang yang dianggap memiliki kemampuan diatas rata-rata. Para joki akan dibayar mahal apabila si “korban” berhasil mendapatkan hasil memuaskan dalam ujian yang dilakukan. Kalo tidak ketahuan memang “aman” di dunia, namun kalo ketahuan tentu sangat berbahaya. Pertengahan tahun 2000 yang lalu pernah ada beberapa mahasiswa yang dikeluarkan dari almamaternya karena menjadi joki. Bagaimana dengan kamu ? semoga tidak..
                Joki juga bisa bewujud sebagai agen pemulus untuk mendapat gelar juara. Si”korban” akan ditawari untuk membayar sjumlah uang bila ingin menjadi juara. Nah mereka yang lemah iman tentu akan menerima tawaran menarik seperti ini. Mereka tak perlu susah-susah berusaha dan belajar karena nama mereka otomatis sudah tercantum sebagai juara. Biasanya, mereka yang melakukan hal ini berasal dari kalangan orang berduit namun ada juga dari kalangan pas-pasan dengan jalan hutang. Huffff capek deh jadinya,……
Bukan Golongan Kami
                Semua bentuk kecurangan dalam kehidupan adalah terlarang alias haram hukumnya, termasuk mencontek ketika ujian berlangsung. Dan Rasulullah pun pernah bersabda : “Barang siapa yang mencurangi kami maka bukan termasuk golongan dari kami.
                Sabda Rasulullah SAW ini mencakup ujian dan masalah lain. Selain itu, kecurangan tidak akan pernah menguntungkan dan merupakan sebuah penipuan kepada diri sendiri .
Makanya alangkah bijaksananya jika kita bisa menghindari kecurangandalam ujian daan sebagainyaa. Terlebih hanya untuk urusan yang bersifat duniawi yang begitu remeh.
                Tiada arti kesuksesan yang diraih dengan gaya curang dan tipu menipu. Karena kesenangan sesaat tidak bisa dibandingkan dengan penyelesaian berkepanjangan di akhirat. Pada saat perhitungan amal ditegakkan…Waspadalah                 !!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar